Dampak Nilai Tukar Rupiah Yang Kian Mengkhawatirkan

Berita nilai tukar rupiah yang ada di televisi sering kali kita abaikan. Ya, masyarakat umum cenderung tidak mengindahkan bilangan – bilangan yang sering muncul di pojok bawah atau di teks berjalan pada saat menonton televisi. Angkat tersebut sebenarnya memberitakan kepada kita semua mengenai nilai rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini akan menjadi penting diberitakan terutama kepada masyarakat yang menggeluti bisnis besar dan juga bisnis yang terkait ekspor dan impor.

Namun, tahukah anda jika lemah atau kuatnya mata uang rupiah terhadap mata uang asing itu berpengaruh untuk kita semua? Memang dampak langsung melemahnya atau menguatnya rupiah akan sangat terasa kepada pelaku bisnis. Mereka yang berbisnis akan langsung memikirkan strategi setiap bulannya atau bahkan setiap harinya ketika ada perubahan nilai rupiah terutama pada dolar Amerika. Sehingga mereka yang berada dalam lingkaran bisnis akan sangat memperhatikan dengan bentuk setiap ratusan, puluhan, bahkan satuan rupiah yang berubah. Tetapi, apakah masyarakat peduli? Apakah masyarakat memperhatikan?

Nilai tukar rupiah saat ini masih di kisaran tiga belas ribu rupiah terhadap dolar rupiah. Artinya, setiap satu dolar Amerika akan senilai dengan sekitar tiga belas ribu rupiah di Indonesia. Angka yang sangat tinggi dan belakangan tidak beranjak jauh dari angka itu. Nilai tukar yang sangat mahal ini tidak dipahami oleh banyak orang. Dampaknya bukan hanya soal ketika kita akan menukarkan uang rupiah kita me uang asing. Namun dampak makro-nya adalah pada perekonomian nasional. Tahukah anda, semakin tingginya nilai tukar akan membuat harga melonjak tinggi? Ketika harga komoditas seperti cabai, beras, bawang, dan lain sebagainya naik, itu dampak nyata imbas dari rupiah yang tak kian menguat.

Jika terus begini, berbagai dampak besar siap dan akan terus terjadi. Beberapa dampak besar yang akan terasa adalah soal banyaknya pemutusan hubungan kerja. Ketika perusahaan kesusahan dalam menghadapi badai perekonomian dan inflasi, maka jalan keluar yang mau tidak mau dilakukan biasanya ada pengurangan tenaga kerja. Bagaimana bisa bertahan dengan banyak karyawan jika perusahaan mengalami pengurangan keuntungan. Jika sudah banyak terjadi PHK di banyak perusahaan, maka akan berlanjut pada makin banyaknya pengangguran. Angka pengangguran yang tinggi tidak akan membuat bangsa kita maju.

Akibatnya, bangsa ini hanya akan diam ditempat atau bahkan mundur ke belakang. Tentu hal ini tidak kita inginkan. Apalagi, ketika perekonomian tak kian membaik maka Indonesia akan tidak berkembang baik dari infrastruktur, kesehatan dan bidang lainnya. Jika imbas nilai tukar yang buruk sudah membuat kualitas kesehatan buruk, maka bangsa ini akan diserang banyak kasus gizi buruk, berbagai penyakit, yang membuat generasi penerus menjadi tidak berkualitas.

Baca Juga : Tips Buka Konter Rumahan

Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat biasa untuk fenomena nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan ini? Yang pertama tentu kita harus terus mendukung dan mengawasi pemerintah. Sebagai penguasa negara, dari Presiden hingga jajaran pemerintahan lainnya harus pro rakyat dan melakukan sesuatu untuk memperkuat perekonomian. Lalu sebagai warga negara kita harus mau mencoba untuk memulai UMKM karena akan menjadi jalan keluar badai perekonomian dan juga harus lebih cinta produk – produk lokal Indonesia. Jika dilakukan bersama sama, masalah nilai tukar yang sangat rendah terhadap mata uang asing lambat laun akan segera bangkit dan menguat sehingga kesejahteraan bangsa pun akan diraih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *