Segera Buang 5 Kebiasaan Sepele Ini Kalau Mau Masa Depan Cerah


Setiap orang tentunya mau memiliki masa depan yang cerah, terjamin, dan berkecukupan. Namun, itu semua tentunya tidak bisa diraih hanya dengan berdiam diri saja tanpa melakukan usaha apa-apa. Berkaca dari tahun 2019, kamu pastinya sudah memiliki ringkasan tersendiri, bagaimana hidupmu berjalan setahun belakangan. Mana yang berjalan baik, mana yang kurang, dan mana yang perlu diubah atau diimprovisasi. 

Di samping fokus pada usaha memperkuat kapasitas finansial, langkah awal mewujudkan masa depan yang cerah bisa dimulai dari: mengevaluasi diri dan kebiasaan-kebiasaan diri yang merugikan. Baik dari segi produktivitas maupun materi. Sebab, mengubah kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka caranya adalah harus disadari dan dimulai perlahan dari sekarang. Coba ingat-ingat, apakah kamu memiliki 5 kebiasan sepele namun merugikan berikut ini?

Selalu menggunakan fasilitas kredit untuk segala jenis transaksi

Fungsi dari fasilitas kredit seperti kartu kredit perbankan, memang untuk mempermudah segala jenis transaksi. Tapi, di satu sisi, kalau terus-terusan digunakan tanpa perkiraan, kamu bisa kelabakan melihat angka billing yang datang di akhir bulan! Nggak mau kan, kalau uang gaji habis separuhnya hanya untuk bayar kartu kredit aja?

Nah, maka dari itu, mulai sekarang, gunakan fasilitas kredit hanya untuk transaksi rutin bulanan atau yang urgent-urgent saja. Misal, bayar tagihan internet, telepon pascabayar, sampai belanja bulanan. Untuk transaksi sehari-hari seperti uang makan, transport, sampai jajan, usahakan untuk menggunakan uang tunai sesuai jatah yang sudah dianggarkan. Hal ini dilakukan agar kamu dapat lebih mengontrol total pengeluaran. Dibanding kalau gesek atau transaksi online kartu kredit terus-menerus, tanpa disadari, tagihan bisa jadi banyak. 

Kalau mau yang lebih hemat lagi, kamu yang belum punya kartu kredit juga bisa mempertimbangkan memilih akses kredit sekaligus pinjaman uang online yang ditawarkan fintech sejenis Kredivo. Mengapa? Sebab, dengan fasilitas kredit dan pinjaman uang online, kamu nggak perlu membayar biaya lain-lain seperti biaya kartu, pendaftaran, iuran bulanan, sampai biaya tahunan. Kamu hanya wajib membayar tagihan apabila pernah melakukan transaksi sebelumnya. 

Kredivo menyediakan tiga jenis layanan kredit utama bagi penggunanya, terutama akun Premium: bayar dalam 30 hari tanpa bunga untuk transaksi di bawah Rp 1 juta, cicilan tenor 3/6/12 bulan tanpa uang muka, dan pinjaman uang online mini atau jumbo. Suku bunga angsuran yang diterapkan Kredivo untuk layanan cicilan dan pinjaman uang online, hanya 2,95% aja per bulan. Untuk transaksi cicilan, kamu bisa menggunakan Kredivo di ratusan e-commerce dan merchant yang sudah bermitra seperti Tokopedia, Bukalapak, Tiket.com, Berrybenka, Erafone, Shopee, dan masih banyak lagi.

Pinjaman uang online bisa kamu ajukan di Kredivo mulai dari 500 ribu untuk pinjaman mini dan mulai dari 1 juta untuk pinjaman jumbo. Psst, kamu bahkan bisa pinjam sampai dua digit juga tergantung dengan jumlah limit Kredivo-mu untuk tenor 6 bulan. Kalau ada Rp 10 juta, artinya maksimal pinjaman yang bisa kamu ajukan di Kredivo adalah Rp 10 juta. 

Bolak balik cek media sosial saat beraktivitas

Kecuali kalau kamu memiliki bisnis online shop atau aktivitas produktif lainnya di media sosial yang bisa menambah pundi-pundi penghasilan, maka bolak-balik cek media sosial saat sedang bekerja atau menjalankan aktivitas sehari-hari adalah bentuk distraksi yang berarti. Bagaimana nggak, baru kerja cek email dikit, buka Facebook atau Twitter. Habis meeting, liat-liat stori teman di Instagram. Tanpa sadar, banyak waktu yang terbuang sia-sia jika kamu terus mempertahankan kebiasaan yang satu ini. Nggak cuma itu, produktivitas juga rentan terganggu kalau kamu nggak segera beraksi membatasi penggunaan media sosial di jam-jam kerja. Harusnya bisa kelar 2 kerjaan sebelum makan siang, malah jadi nggak kelar-kelar, deh. Hati-hati, kondisi ini lama kelamaan bisa mempengaruhi performa kamu di kantor, lho. 

Terlalu lama istirahat makan siang di kantor

Selain jadi momen isi tenaga, jam makan siang di kantor juga jadi ajang bercengkrama dengan rekan sejawat di kantor. Saking asyiknya ngobrol ini itu, nggak sadar, istirahat makan siang jadi bisa menghabiskan waktu lebih dari satu jam. Datang-datang ke kantor sudah pukul setengah dua atau bahkan jam 2. Hanya 4 jam sisa waktu produktif yang tersisa untuk menyelesaikan aneka pekerjaan yang sudah menumpuk. Nah, supaya kerjaan bisa kelar lebih cepat, nggak ngantuk, dan tetap fokus, sebaiknya atur waktu makan siang agar tetap efektif dan bisa berhemat. 

Menunda perbaikan dan pembayaran cicilan

Harusnya bulan ini servis kendaraan atau peralatan elektronik yang rusak di rumah, jadi ditunda-tunda beberapa bulan karena lupa atau malas. Harusnya jatuh tempo cicilan dua hari setelah gajian, malah lupa bayar terus jadi kena denda. Hati-hati juga dengan kondisi ini. Kalau dibiarkan terjadi berkali-kali, bukan nggak mungkin malah menjelma jadi kebiasaan yang merugikan. Bayangkan saja, misal seharusnya servis kendaraan setiap bulan hanya memakan biaya sekitar Rp300.000 sampai Rp500.000, jadi membengkak sampai Rp 1 juta karena ditunda dua bulan sehingga level kerusakannya meningkat. Begitu juga dengan cicilan, biasanya denda keterlambatan dihitung per hari. Makin lama dibayarkan, makin banyak pula dendanya. Yang harusnya uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain, malah habis untuk denda. Belum lagi, keseringan telat bayar cicilan bisa buat skor kredit kamu jadi memburuk, lho. Nggak mau kan susah dapat akses pinjaman lagi di masa depan?

Menganggap remeh tabungan, asuransi, dan investasi

Meski kamu lahir dengan segudang privilege hingga harta warisan orangtua, yang namanya tabungan, asuransi, dan investasi harus segera dimulai dan dipupuk sejak dini. Sejatinya, tidak akan ada yang tau apa yang terjadi di masa depan. Namun, dengan adanya tabungan, asuransi, dan investasi, kamu bisa lebih siap menghadapi segala kemungkinan dalam hidup. Tidak harus dimulai dalam jumlah besar. Kunci dari tabungan dan investasi adalah konsisten. Nggak apa-apa sedikit, yang penting rutin. Lain halnya dengan asuransi, misalnya asuransi kesehatan, premi yang kamu bayarkan tentu akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang sudah kamu pilih dan akan kamu dapatkan nantinya. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *