Apasih Itu Serabi?

Resep Membuat Kue Serabi, Jajanan Tradisional yang Bikin Kangen

Serabi atau Surabi, merupakan camilan mirip pancake yang berasal dari Jawa Barat. Serabi memang bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia karena memang serabi Indonesia itu ada beberapa jenis, tapi yang dari Bandung itu istimewa. Banyak yang setuju bahwa Serabi Bandung memiliki ciri khas dan cita rasa yang unik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain. Serabi merupakan kue tradisional yang saat ini sedang mengalami kebangkitan. Setelah dilupakan, belakangan ini serabi kembali tampil dengan kehidupan baru. Ini bukan lagi kue yang ketinggalan jaman. Retouch modern membuat serabi Bandung kembali ke kejayaannya. Ini semua yang perlu Anda ketahui tentang surabi, pancakenya orang Pasundan.

Kali ini kami akan membahas sejarah nama dari surabi terlebih dahulu. Meski belum ada catatan resmi, serabi sudah hadir di Jawa Barat pada awal tahun 20-an. Banyak orang yang percaya bahwa serabi adalah interpretasi lokal terhadap pancake orang Belanda padahal bahannya berbeda. Pancake menggunakan tepung dan telur sebagai bahan utama sedangkan serabi menggunakan tepung dan santan. Nama serabi atau surabi berasal dari kata ‘sura’ yang berarti besar dalam bahasa sunda. Proses memasak serabi tidak berubah sejak awal abad lalu, khususnya di Bandung. Serabi Bandung termasuk jenis yang ‘basah’ dibandingkan dengan jenis lainnya seperti serabi Solo. Bahan-bahan dari serabi yaitu tepung, santan, ragi, baking powder, gula pasir, dan garam dicampur menjadi satu adonan. Adonan tersebut kemudian dituang ke dalam tempayan yang dibuat khusus. Tempayan penting terbuat dari tanah liat. Memang, mereka mengatakan bahwa tempayan tanah liat memberikan ciri dan rasa serabi yang sebenarnya.

Secara tradisional, serabi Bandung hanya memiliki dua topping; kinca dan oncom. Kinca adalah sirup gula aren kental sedangkan oncom adalah hasil samping dari tahu atau tempe. Kedua topping tradisional memberikan rasa yang sangat berbeda dengan serabi. Kinca, tentu saja, membuat serabi menjadi berasa manis, mirip dengan pancake yang sebenarnya. Sedangkan oncom membuat serabi memiliki rasa yang gurih dan pedas, sangat berbeda dengan pancake original. Sekarang ini serabi sudah bangkit dengan penampilan yang baru. Serabi Bandung bangkit kembali karena kreativitas masyarakat di sana. Alih-alih menempel pada topping tradisional, serabi kini memiliki lebih banyak topping berbeda. Anda sekarang bisa menemukan topping seperti keju, durian, coklat, sosis, mayonaise, corned beef, dan bahkan green tea. Saat ini, serabi bukan lagi makanan orang tua. Itu sudah berhasil melampaui generasi. Dan sekarang pun banyak tempat serabi kekinian dengan rasa yang pastinya tetap enak. Serabi adalah contoh yang bagus tentang bagaimana makanan bisa keluar masuk tren dengan sangat mudah. Saat ini, serabi Bandung telah kembali ke popularitas sebelumnya karena keserbagunaan dan banyak toppingnya.

Serabi Indonesia asal bandung ini memang berbeda dengan serabi asa kota lainnya, banyak orang yang menyebutkan bahwa serabi bandung adalah serabi yang istimewa. Orang bandung sendiri sering menjadikan serabi sebagai santapan saat pagi hari untuk sarapan, tidak jarang juga serabi dijadikan sebagai kudapan di sore hari. Biasanya disantap bersama dengan secangkir kopi atau air the hangat. Menikmati kota bandung sore hari dengan serabi dan kopi atau the merupakan suatu hal yang sangat otentik, rasa serabi yang bandung banget membuat kita akan selalu teringat dengan kota bandung, untuk para wisatawan kalian pasti akan ketagihan dengan serabi bandung dan pasti kalian ingin kembai lagi kebandung untuk menikmati serabi di sore hari sambil menikmati keindahan sore di bandung.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *