6 Persiapan Sebelum Mengikuti Turnamen Free Fire

Rekomendasi Turnamen Free Fire Online Terbaik untuk Solo dan Squad di 2021

Popularitas game esport yang terus naik membuat developer game untuk membuat kompetisi guna mewadahi persaingan antar player. Tidak ketinggalan dengan Garena yang juga membuat turnamen Free Fire untuk para pemain profesionalnya.

Mengingat banyak pemain yang ikut serta dalam tiap turnamen, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan jika Anda ingin mengikuti kompetisi atau turnamen tersebut. Lantas, persiapan apa saja yang perlu Anda lakukan? Simak ulasannya berikut ini.

Persiapan Sebelum Turnamen Free Fire

Berikut persiapan sebelum turnamen Free Fire yang perlu Anda lakukan:

  1. Samakan Visi dan Tujuan Tim

Inilah dasar yang harus dimiliki sebuah tim agar tim yang dihasilkan bisa diarahkan kemana. Sebuah tim biasanya terdiri dari empat atau lima pemain dalam tim yang memiliki pemain cadangan.

Visi tim mungkin fokus pada kompetisi di turnamen online di bagian komunitas, atau tim mungkin fokus untuk berkompetisi di turnamen offline yang biasanya diselenggarakan oleh komunitas regional.

Sebagian besar tim memiliki visi untuk dapat bergabung dengan organisasi esports yang besar, namun tidaklah mudah jika tidak dibarengi dengan usaha dan prestasi yang mendukung. Oleh karena itu, setiap tim harus memiliki visi dan tujuan yang jelas agar dapat melihat kemajuan tim.

  1. Latihan yang Rutin

Setelah merumuskan visi dan tujuan bersama untuk tim, langkah selanjutnya tentu saja sering melakukan latihan tim. Bentuk pelatihan dapat bervariasi dari pelatihan peringkat hingga pertandingan persahabatan dan sparring.

Di sinilah strategi tim dan chemistry antar pemain dalam tim akan dibentuk. Berkat strategi dan chemistry tim, itu membangun kepercayaan pada tim untuk meminimalkan demam panggung yang dirasakan selama kompetisi.

  1. Sering Ikut Kompetisi

Partisipasi dalam turnamen adalah tempat mereka berasal dari latihan tim dan di sini tim diuji untuk memperebutkan podium kejuaraan. Yang perlu Anda ingat adalah, tidak semua peserta turnamen bisa juara dengan mudah.

Bahkan jika tim Anda kalah, itu bisa menjadi pengalaman dan tetap intens setelah turnamen. Hal inilah yang nantinya akan menciptakan mental juara dalam tim. Selain itu, seringlah melihat forum yang menginformasikan berbagai turnamen, seperti halaman resmi Free Fire Indonesia.

  1. Evaluasi

Usai mengikuti turnamen sebaiknya biasakan melakukan penilaian tim, hal ini bisa dilakukan melalui diskusi grup tim WhatsApp atau dengan menggunakan aplikasi messaging yang mendukung fungsi suara seperti Discord.

Pada poin Team Ratings ini, kita akan membahas kekuatan dan kelemahan tim saat bermain turnamen. Peringkat tim lebih berkualitas jika pertandingan yang baru saja dimainkan disiarkan secara langsung. Di sini Anda bisa melihat permainan tim seperti rotasi, pengaturan posisi, cara menyerang dan cara mempertahankan diri.

  1. Jangan Mudah Terlena

Dalam persaingan pasti ada hal-hal seperti sukses dan gagal. Jika tim Anda sukses atau berhasil naik podium dalam sebuah turnamen, bersyukurlah dan jangan terlena tentang pencapaian tersebut.

Uji diri Anda di kompetisi lain untuk mendapatkan pengalaman dan prestasi. Jika tim mengalami kegagalan saat berkompetisi, jangan pernah kompromi dengan hasil, evaluasi dan latihan sebanyak mungkin. Karena tuan tidak bangun dalam semalam.

  1. Periksa Koneksi

Salah satu hal pertama yang perlu Anda lakukan saat berpartisipasi dalam turnamen esports online adalah konektivitas dan ketahanan jaringan. Pastikan koneksi atau jaringan Anda tidak bermasalah saat Anda mengikuti turnamen.

Sebab, koneksi internet menjadi hal penting dalam sebuah turnamen game online. Oleh karena itu, periksa terlebih dahulu jaringan internet sebelum memulai turnamen yang ingin Anda ikuti. Untuk mengecek koneksi internet, Anda bisa memeriksa ping dan kecepatannya melalui aplikasi Speedtest.

Itu dia 6 persiapan yang harus Anda lakukan sebelum mengikuti turnamen Free Fire. Selain itu, baca dan pahami aturan yang diberlakukan, agar tim Anda tidak didisfikualisasi karena tidak sengaja melanggar peraturan.